Langsung ke konten utama

Dasar-Dasar Film Pendek

 NASKAH FILM PENDEK

“SEMANGAT JUANG”

 

SINOPSIS

Budi adalah anak yang gemar menari, khususnya tari tradisional Batak yaitu Tor Tor. Ia sering latihan dikamarnya untuk persiapan lomba. Karena waktunya hanya untuk latihan, ia pun melupakan kewajibannya di sekolah,  sehingga nilainya pun turun. Setelah pembagian raport, ibu Budi melarang keras Budi untuk latihan menari. Menolak hal itu, Budi pun mencuri waktu secara diam untuk tetap latihan menari.

Suatu hari ibunya mendaftarkan Budi lomba matematika antar kabupaten, namun lomba tersebut bertepatan dengan lomba tari yang akan Budi ikuti. Sampailah pada hari perlombaannya, lebih dari 4 jam ibu Budi menunggu di lokasi lomba, namun Budi tak kunjung datang. Ternyata ia sedang mengikuti lomba tari tradisional. Mengetahui itu, dengan marah ia pergi ke lokasi lomba tari. Sesampainya disana ibu Budi melihat Budi sudah mengalungi medali juara. Ibu Budi pun tersenyum lega dan bangga. Ibunya bangga melihat anaknya walaupun tidak dapat bersaing di akademik, namun dibidang yang Budi senangi, ia dapat menjadi juara.

SKENARIO

1. Kamar

Kegigihan Budi yang tak mengenal waktu untuk latihan nari terus menerus di kamar kecilnya. Usia 10 tahun, Budi sangat menyukai tari. Beranjak sampai usia 17 tahun tetap gigih untuk menari.

2. Amarah sang Ibu di kamar Budi

Setelah melihat hasil nilai raport Budi, sang ibu marah besar dan melarang Budi untuk mengikuti kegiatan tari. Semua yang berkaitan dengan tari, diharamkan sang Ibu untuk Budi.

3. Pinggir Jalan

Kesedihan Budi tertutup rapat akan amarah sang Ibu, sampai tiba keluar dari rumah untuk menghilangkan rasa sedih tersebut. Berjalan tak henti, sampai tiba Budi melihat poster lomba Tari tingkat Kabupaten. Sedih pun seketika hilang dan buru-buru Kembali ke kamar kecilnya untuk Latihan menari secara diam.

4. Kamar Budi

Secara diam dan curi waktu clara Latihan menari agar tak diketahui Ibunya. Tiba-tiba ibunya menghampiri kamar Budi, secara spontan Budi langsung duduk dalam kepuraannya belajar. Ibunya pun masuk kamar memberi selebaran poster dan memaksa Budi  untuk mengikuti Olimpiade Matematika tingkat kabupaten.

5. Koridor Lomba

Ibu Budi menunggu kehadiran Budi untuk mengikuti Olimpiade Matematika. Setelah 4 jam lebih, Budi pun tak kunjung tiba. Ibunya pun curiga atas ketidakmunculan Budi sampai selesai waktu olimpiade. Dengan wajah kesal dan marah, ibunya pun bergegas menjumpai Budi dalam kompetisi tari. Tiba dalam acara kompetisi, ibunya menyaksikan prestasi yang diperoleh Budi. Rasa bersalah, bangga dan tersenyum lega ibu Budi melihat sang putri mencapai prestasi tanpa dukungannya.

 

Komentar